Kamu ingin berkuliah atau melanjutkan studi di Jerman? Pasti mau dong, siapa sih yang tidak mau belajr di negeri ini. Pencapaian Jerman di bidang sains mempunyai pengaruh signifikan bagi perkembangan dunia lalu di jerman pun biaya hidupnya tidak begitu tinggi dan kamu bisa menikmati suasana eropa disini.

Jika kamu meiliki pundi – pundi lebih, kamu bisa berjalan – jalan lintas negara yang dekat dengan jerman seperti  Austria, Perancis, Switzerland, Denmark, Belgia, Luxemburg, Belanda, Czech Republic, dan Polandia. Di Jerman juga memiliki setidaknya hampir 370 perguruan tinggi yang bagus. Berikut adalah kalender akademik universitas di Jerman :

  • Musim dingin: Oktober-Maret
  • Musim panas: April-September
  • Libur musim panas: 12 minggu
  • Libur musim dingin (Xmas): 3 minggu

Nah untuk kamu yang ingin melanjutkan studi di jerman tetapi bingung dengan biaya nya? Artikel kali ini akan memuat bahasan tentang berbagai macam beasiswa – beasiswa di jerman yang harus kamu tau dan bisa juga kamu jadikan sebagai referensi, cek yuk!

DAAD Scholarships

Beasiswa ini memang banyak di tahui orang, karena beasiswa ini adalah bebasiswa paling populer. Beasiswa DAAD menawarkan program beasiswa untuk jenjang master dan doktoral bagi mahasiswa, dosen maupun peneliti dari sektor publik maupun swasta. Sementara bagi mahasiswa S1 khususnya untuk jurusan sastra Jerman ditawarkan program summer course dan beasiswa studi selama 1 semester.

IGSP (Indonesia-German Scholarship Programme)

Program beasiswa yang satu ini merupakan kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jerman. IGSP ini diperuntukkan bagi para dosen tetap perguruan tinggi Indonesia yang ada dalam lingkungan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi. Sebagai informasi saja, beasiswa ini hanya tersedia untuk jenjang pendidikan S3 di Jerman. Usia maksimal untuk apply beassiwa ini adalah 50 tahun dan kamu harus memiliki skor IBT minimal 80 atau IELTS minimal 6.0.

Erasmus + (Erasmus Plus)

merupakan program beasiswa untuk belajar, melakukan riset, pelatihan, atau mengajar di salah satu universitas pilihan yang ditujukan untuk murid, peneliti dan staff (akademik dan administratif) yang berasal dari Uni Eropa, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Program beasiswa ini berfokus pada beberapa bidang yang antara lain adalah Elektrikal, Teknik Elektro dan Informasi Komunikasi Teknologi, Photonics, Teknik Biomedikal, Teknik Komputer, Sistem Tenaga dan Energi, Informatika, dan lain sebagainya.

Jika kamu berhasil mendapatkan beasiswa ini maka Erasmus Mundus LEADERS akan memberikan biaya studi bulanan sebesar 1000 EUR (Sarjana & Master), 1500 EUR (PhD), 1800 EUR (Post-Doc), 2500 EUR (Staff), asuransi, biaya perjalanan pergi dan pulang, biaya kuliah di universitas yang dipilih.

Heinrich Böll Scholarships

Merupakan yayasan yang bergerak di bidang lingkungan hidup,kemanuasiaan,dan demokrasi yang setiap tahunnya membuka program ini. Namun, program yang di tawarkan untuk mahasiswa non-jerman adalah S2 dan S3. Fasilitas yang di berikan untuk jenjang S2 adalah baya hidup sekitar 12,8 juta per bulan dan tunjangan pribadi. Untuk S3 diberikan biaya hidup sebesar 18,1 juta perbulan dan tunjangan pribadi dan tunjangan akomodasi sebesar 1,5 juta.

LPDP

LPDP adalah beasiswa yang disediakan oleh pemerintah Indonesia untuk pelajar Indonesia yang ingin menempuh pendidikan S2 dan S3 di dalam dan luar negeri. Secara keseluruhan beasiswa ini menanggung biaya hidup dan biaya kuliah untuk penerima beasiswa. Namun sebelum melaksanakan studi, kamu harus mengikuti training kepemimpinan dan pembekalan terlebih dulu.

Selain itu, hampir semua bidang studi dipioritaskan dalam beasiswa ini. Jadi kesempatan untuk mendapatkan beasiswa LPDP sangat terbuka untuk siapapun. Tatpi kamu juga harus tau, peminat LPDP ini tidak sedikit alias banyak banget, jadi persaingan untuk mendapatkan beasiswa LPDP ini super ketat. Berikut adlah artis Indonesia yang mendapatkan beasiswa LPDP, diantaranya :

  • Tasya Kamila, S2 Administrasi Publik di Columbia University
  • Gita Gutawa, S2 di London School of Economics and Political Science
  • Maudy Ayunda, di Stanford University.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *