Universitas Oxford adalah perguruan tinggi tertua berbahasa Inggris yang berlokasi di kota Oxford, Inggris.Sejarah universitas ini dapat ditelusuri paling tidak mulai akhir abad ke-11, walaupun tanggal tepat pendiriannya tetap tak jelas. Menurut legenda, setelah pecahnya kerusuhan antara mahasiswa dan penduduk kota pada tahun 1209, beberapa akademisi Oxford melarikan diri ke timur laut, ke kota Cambridge, dan mendirikan Universitas Cambridge.Kedua universitas “kuno” ini sejak itu telah saling bersaing satu sama lain, dan merupakan dua perguruan tinggi paling selektif di Britania Raya, yang sering dirujuk sebagai “Oxbridge”.

Universitas Oxford ini terdiri dari berbagai institusi, termasuk 38 kolese konstituen dan beragam departemen akademik yang dibagi menjadi empat Divisi. Oxford telah melahirkan banyak alumni terkemuka, dan 58 penerima Hadiah Nobel pernah belajar atau memiliki afiliasi dengan Universitas Oxford. Universitas ini secara rutin bersaing dengan Universitas Cambridge untuk menduduki posisi pertama dalam pemeringkatan universitas di Britania Raya, dan menjadi salah satu dari dua universitas dengan program pascasarjana paling bergengsi. Universitas Oxford memiliki perpustakaan terbesar di Britania Raya dengan koleksi buku yang mencapai 11 juta eksemplar.

Oxford adalah anggota dari Grup Russell, Grup Coimbra, G5, Liga Universitas Riset Eropa, dan Aliansi Internasional Universitas Riset. Universitas ini juga merupakan anggota inti dari Europaeum dan bagian dari “segitiga emas” universitas-universitas di Britania Raya (bersama dengan Cambridge dan Universitas London). Universitas Oxford memiliki beberapa museum yang memamerkan benda – benda langka, unik dan bersejarah. Museum ini dibawahi oleh lembaga kampus ataupun fakultas yang berkaitan dengan museum tersebut. Universitas Oxford mengedepankan dunia riset dan kerja sama dengan perusahaan internasional. Hal ini menyebabkan lulusan – lulusannya diminati oleh para pelaku bisnis internasional. Menurut Peringkat Universitas Dunia Times Higher Education tahun 2012, Oxford adalah salah satu dari enam universitas paling bergengsi di dunia. Dalam Times Higher Education World University Rankings 2013, Oxford menempati posisi dua di bawah Universitas Harvard, atau yang pertama di Britania Raya dan Eropa.Oxford juga menempati posisi satu selama tiga tahun berturut-turut dalam pemeringkatan Klinis, Pra-klinik dan Kesehatan.

Biaya kuliah di Universitas Oxford berbeda – beda. Berbeda program studi, tentu berbeda biayanya. Berbeda asal negara, tentu berbeda biaya pula. Begitu juga dengan ruangan kelas yang dipilih, tentu berbeda biaya dalam pembayarannya.

Mahasiswa yang berasal dari Inggris dan Eropa mendapatkan kesempatan untuk membayar biaya kuliah yang lebih murah di Universitas Oxford dibandingkan dengan mahasiswa internasional lainnya. Termasuk Indonesia. Untuk mahasiswa internasional, kisaran biayanya dalam setahun pertama adalah £8.000 – £30.000. Universitas Oxford memiliki empat divisi keilmuan yang dapat menjadi dasar bagi lulusannya untuk membangun dunia menjadi lebih baik. Empat divisi tersebut antara lain divisi humaniora (seni, budaya dan bahasa termasuk di dalamnya), divisi matematika, fisika dan ilmu hitung, divisi ilmu kedokteran serta divisi ilmu sosial. Bangunan universitas ini memang sangat unik. Jika kita lihat, desainnya terlihat klasik dan berkelas.

Gaya arsitektur Universitas Oxford

Dengan bangunan bergaya Victoria yang memiliki daya pikat, banyak pengunjung dari kota maupun belahan dunia datang untuk melihat maupun berfoto-foto. Berbicara tentang bangunan kampus, Universitas Oxford sebenarnya tidak hanya berada pada satu lokasi saja. Gedung-gedung kampus tetap berada dalam kota Oxford dan jaraknya juga tak terlalu jauh. Kamu bisa berkendara dengan sepeda untuk menjangkau seluruh gedung, seperti gedung kampus, departemen, akomodasi, dan bangunan fasilitas lainnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *